Setelah Membabi Buta Tetangganya Pelaku Masih Sempat untuk Sholat

Heri Setiawan (55) warga Dukuh Karang, Desa Argopeni, Kecamatan Kebumen yang telah membacok tetangganya sendiri akhirnya ditangkap. Akibatnya enam orang menjadi korban. Satu diantaranya tewas di lokasi kejadian.

Keenam korban yakni Mahludin (42), Sri Lestari (35), Halimah (70) dan Akbar (8). Ketiganya merupakan anggota keluarga, sementara dua korban lainnya yakini Yudi dan Supri yang masih tetangga pelaku.

Dari kejadian itu, lima orang dilarikan ke RSUD Soedirman dan satu orang meninggal di lokasi kejadian.

“Pelaku memang sosok yang pemarah. Tapi saya tetap tidak menyangka bisa senekat ini, dan motifnya juga saya nggak tahu apa sebenarnya permasalahan nya bisa sampai seperti ini,” ujarnya, diamini Sari warga lain.

Kanit Reskrim Polsek Kebumen IPDA Fuad Inayah mengatakan, belum bisa mengetahui secara pasti motif pelaku sampai akan menghabisi tetangganya tersebut. 

Ketua RT Hasan mengatakan, dalam kesehariannya pelaku merupakan seorang pedagang ayam di pasar Kebumen.

Namun dari keterangan sejumlah warga, penganiayaan berawal saat pelaku pulang dari sawah sekira pukul 15.10 WIB. Kemudian langsung menyerang keluarga Mahludin dengan sebilah Sabit atau parang.

Dari kejadian tersebut pihak kepolisian telah mengamankan pelaku beserta barang bukti. Hingga sampai saat kini kepolisian sudah mensterilkan TKP dengan pemasangan police line dan juga menyelamatkan para korban yang masih hidup untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Dari keterangan beberapa saksi, peristiwa ini terjadi saat pelaku pulang dari sawah kemudian tiba tiba menyerang korban dengan sebilah Sabit,” ungkapnya saat melakukan olah TKP bersama Kapolsek Kebumen AKP Sapto Nugroho dan Tim Inafis Polres Kebumen.

Akibat perbuatanya, pelaku terancam pasal 340 KUHP pembunuhan berencana dengan hukuman mati.

Sebelum ditangkap, warga mengatakan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Bahkan usai membacok satu keluarga dan tetangganya, pelaku sempat mandi dan salat sebelum polisi menangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

“Setelah menganiaya katanya malah sempat bersih-bersih, mandi dan salat sebelum ditangkap polisi. Dia tidak melawan, malah anggota keluarganya yang sempat melarang polisi membawa pelaku,” kata Judi Wahyudi (45) salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui persis motif pelaku. (Khanafi, Kebapangan)