Pilihan Investasi Syariah di Kala Pandemi

0 2

Ada yang bingung juga nggak sih milih investasi? Apalagi di masa pandemi kayak gini banyak banget temen-temen yang suka posting soal investasi di media sosial yang bikin kita tertarik buat nyobain juga. Investasi banyak banget macamnya ada saham, forex, bitcoin. Saham sendiri dibedain ada saham konvensional dan saham syariah dimana masuk juga ke dalam investasi syariah.

Terus apa dong bedanya investasi biasa dengan investasi syariah? Pada umumnya investasi sendiri berarti menghasilkan pendapatan atau mendapat apresiasi dari asset atau barang yang diperoleh. Tujuan dari investasi ini juga bukan untuk dikonsumsi di masa kini tapi diharapkan bisa mendapatkan keuntungan untuk masa mendatang. Sedangkan investasi syariah memiliki tujuan yang sama, yang membuat berbeda adalah kegiatan di pasar modal  berlandaskan dengan prinsip syariah atau sering dikenal dengan fiqih muamalah.

Jadi investasi syariah juga bisa dalam bentuk saham kok. Bedanya dari saham biasa, saham-saham syariah ini kegiatan bisnisnya tidak melanggar fiqih muamalah seperti berikut:

Fiqih Muamalah 

1. Keuangan konvensional (perbankan yang non-syariah, perusahaan leasing, keuangan dan asuransi)

2. Alkohol

3. Produk terkait daging babi atau produksi produk non-halal lainnya

4. Kegiatan yang mengandung ketidakpastian (gharar)

5. Perjudian (maisir)

6. Perdagangan yang tidak ada penyerahan barang atau jasa

7. Tembakau (rokok)

8. Senjata

Cara tahu saham itu saham syariah atau enggak bisa dilihat dari beberapa aspek:

1. Yang pertama, perusahaan menyatakan sendiri kalau kegiatan usahanya berdasarkan syariah islam (tidak masuk dalam kegiatan seperti yang tersebut di atas)

2. Yang kedua, perbandingan total bunga berbasis utang kalau dibandingkan dengan total asetnya masih di bawah 45%

3. Yang ketiga, total pendapatan bunga dan pendapatn non-halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha harus kurang dari 10%

Semua yang sudah dijelaskan terkait saham syariah di atas sesuai dengan penjelasan dari Peraturan Bapepam-LK nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Surat Berharga Syariah.

Nah, kalau udah tahu definisi saham syariah jadi lebih gampang kan kalau mau terjun untuk investasi syariah. Selain dengan cari tahu sendiri saham syariah yang cocok buat kalian dengan baca laporan keuangan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, kalian juga bisa kok cari tahu saham syariah melalui indeks saham di BEI yang berisi daftar saham syariah, yaitu:

Indeks Investasi Syariah di BEI

1. JII atau Jakarta Islamic Index.

JII adalah indeks syariah pertama yang ada di Indonesia. JII berisi 30 saham syariah yang memenuhi kriteria berikut: telah tercatat 6 bulan terakhir masuk ke dalam ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia), rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi digunakan sebagai indikator memilih 30 saham syariah terbaik selama satu tahun terakhir, dan kemudian dipilih rata-rata transaksi harian tertinggi di pasar regular.

2. ISSI atau Indeks Saham Syariah Indonesia

Seluruh saham syariah yang masuk ke Daftar Efek Syariah (DES) dan juga semua saham syariah yang tercatat oleh BEI. Sehingga bisa dikatakan bahwa ISSI adalah indicator kinerja pasar saham syariah di Indonesia.

3. Jakarta Islamic Index 70

JII70 berisi 70 saham syariah yang berdasarkan tingkat likuiditas yang paling tinggi.

4. IDX-MES BUMN 17

IDX-MES BUMN 17 berisi 17 saham syariah yang termasuk dalam BUMN. Kriteria dari 17 saham yang masuk ke dalam IDX-MES BUMN 17 sendiri kurang lebih sama dengan JII ataupun JII70, yaitu: termasuk dalam saham syariah ISSI, merupakan saham BUMN, dan dipilih berdasarkan likuditas dan kemampuan keuangan secara fundamental.

Jadi gimana, setelah tahu kriteria dan cara mencari tahu saham syariah terbaik melalui indeks yang ada di Indonesia semakin tertarik juga kan untuk ikut melakukan investasi syariah? Ayo isi waktu luang di masa pandemi ini dengan kegiatan yang positif salah satunya berinvestasi dan sesuaikan produk investasi kamu dengan kebutuhan kamu juga ya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.