Cara Konfigurasi DNS Server di Debian


Instalasi dan Konfigurasi DNS Server di Debian 8 atau 9 – Kali ini saya berbagi mengenai cara menginstal dan mengkonfigurasi DNS server pada debian CLI (debian berbasis text). Konfigurasi dns server debian kali ini dapat di implementasikan pada debian 8 maupun 9. Pada dasarnya konsepnya sama. Ok sebelum kita beranjak ke topik utama kita mesti tau tentang DNS? Saya akan jelaskan secara singkat mengenai DNS.

Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem penamaan/pengalamatan terhadap sebuah komputer dengan sebuah nama domain, baik yang terhubung ke internet atau tidak. Tanpa adanya DNS kita memerlukan alamat ip untuk mengakses sebuah web server.

Cara Konfigurasi DNS Server di Debian


Contohnya jika web server 1 tidak menggunakan dns melainkan alamat ip yaitu 192.168.2.2 sedangkan web server 2 menggunakan dns dengan nama smk.com . Dari contoh di atas manakah yang lebih ringkas dan mudah di ingat? Ya pasti webserver yang menggunakan dns. Jadi kita dapat dengan mudah mengakses web server atau alamat website tanpa harus menuliskan alamat ip address pada situs.

Konfigurasi IP Address Debian

Kita mulai konfigurasinya, pertama saya menggunakan mesin virtual untuk melakukan konfigurasi ini. Jadi kita harus membuka mesin virtualnya dan atur jaringan menjadi Adapter1 dengan settingan Hanya-Host.

Masuk ke debian lalu masuk ke super user dan konfigurasi IP terlebih dahulu dengan perintah nano /etc/network/interfaces saya berikan ip 192.168.2.2 alamat ip dapat anda tentukan sendiri. Jika sudah restart konfigurasi tersebut dengan perintah /etc/init.d/networking restart.

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.2.2
netmask 255.255.255.0

Lanjut lagi kita install DNS server menggunakan paket debian yang bernama Bind9 dengan perintah ” apt-get install bind9 “. Bind9 terdapat dalam dvd 2, jadi sebelum melakukan penginstalan masukan terlebih dahulu dvd 2nya. Tunggu hingga proses instalasi selesai, cepet kok.

Konfigurasi pada Bind9

Kemudian masuk ke folder bind dengan perintah cd /etc/bind/ lalu ls. Karena saya akan mengkonfiguarasi named.conf.default-zones saya akan gandakan atau membuat salinannya terlebih dahulu untuk jaga-jaga jika file rusak, dengan perintah ” cp named.conf.default-zones named.conf.default-zones.backup “.

Setelah itu kita mulai masuk ke file tersebut dengan perintah ” nano named.conf.default-zones “. Pada file konfigurasi tersebut kita hanya 2 konfigurasi yaitu pada zone localhost dan zone 127.in-addr.arpa . Itu merupakan nama default yang diberikan oleh paket bind9, kita dapat merubahnya.

Zone “localhost” diganti dengan nama domain anda dan db.local dapat diganti db.dns (nama bebas). Zone 127.in-addr.arpa diganti dengan alamat ip debian kalian tapi dibalik, contohnya “ 2.168.192.in.addr.arpa ” dan db.127 dapat diganti db.ip (nama bebas juga gan). Selain 2 konfigurasi tersebut beri tanda // di depan untuk konfigurasi yang tidak perlu gan. Untuk lebih jelasnya seperti contoh konfigurasi dibawah ini.

zone “localhost” {
type master;
file “/etc/bind/db.local”;
};
zone “127.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.127”;
};

UBAH MENJADI SEPERTI CONTOH DIBAWAH!

zone “aldipradana.com” {
type master;
file “/etc/bind/db.dns”;
};
zone “2.168.192.in-addr.arpa {
type master;
file “/etc/bind/db.ip”;
};

*konfigurasi pada named.conf.default-zones

Langkah selanjutnya dengan membuat direktori db.dns dan db.ip . Caranya begini, ketikan perintah “ cp db.local db.dns ” lalu enter. Ketik lagi “ cp db.127 db.ip ” lalu enter lagi gan.

Kita mulai mengkonfigurasi dari db.dns terlebih dahulu. Jangan lupa ganti localhost dengan nama domain kita masing-masing. Tambahkan konfigruasi seperti contoh konfigurasi dibawah ini gan.

Penjelasan sedikit menganai arti konfigurasi Zone record DNS yang saya kutip dari iteknologii :

  • @ = diawali dengan simbol @ sebagai penanda.
  • IN = Internet Name, digunakan karena menggunakan protokol TCP/IP.
  • NS = Name Server, Akan Digunakan untuk menginformasikan mengenai “authoritative name server” dalam pengelolaan suatu domain.
  • A = Address, digunakan dalam pemetaan nama host ke alamat IP secara statis. Penggunaan yang umum pada suatu server web adalah “www”, sehingga pada konfigurasi A ditambahkan data alamat IP untuk mengenali alamat domain tersebut.

Save konfigurasi diatas dengan tekan ctrl+x lalu tekan y. Lanjut lagi kita konfigurasi pada db.ip . Ganti lagi localhost menjadi alamat domain kita dan angkah 2 pada gambar dibawah merupakan angka terakhir dari alamat ip debian kita. Contoh konfigurasinya seperti gambar dibawah ini.

Lalu cek apakah ada yang error, dengan memasukan perintah ” named-checkconf -z named.conf ” jika telah muncul informasi tanpa peringantan error berarti konfigurasi telah berhasil. Setelah berhasil lalu saya restart bind9nya dengan perintah ” service bind9 restart” kemudian untuk mengecek apakah telah terhubung dengan baik. Lakukan ping pada nama domain webserver debian dan alamat ip webserver debian yang berada di debian, pastikan ping berhasil.

Baca juga : Cara konfigurasi Securing Web Server (HTTPS) di debian

Setelah itu kita menuju ke file /etc/resolv.conf dengan perintah “ nano /etc/resolv.conf ” lalu isi nama domain dan alamat ip webserver debian kamu, lalu pada file resolv.conf isikan :

domain aldipradana.com
nameserver 192.168.2.2

Setelah berhasil lalu saya cek apakah berhasil / tidak. Kita dapat mengujinya dengan memasukan perintah ” nslookup aldipradana.com ” jika telah muncul informasi seperti contoh dibawah ini maka konfigurasi anda dapat dikatakan berhasil.

Server: 192.168.2.2
Address: 192.168.2.2#53
Name: aldipradana.com
Address: 192.168.2.2

Instalasi dan Konfigurasi Apache2

Setalah berhasil, untuk bisa ditampilkan pada web browser yang ada di windows, saya install apache2 terlebih dahulu gan. Apache2 terletak pada dvd 2. Masukan dvd 2 kemudian install dengan perintah ” apt-get install apache2 “.Setelah itu saya setting pada network connection yang ada pada client windows.

Pada komputer windows saya beri ip address 192.168.2.3 , subnet isikan 255.255.255.0, gateway dan preferred dns server isikan ip 192.168.2.2 (alamat ip debian) lalu lakukan ping antara windows dengan debian. Setelah debian dan windows dapat terhubung. Jangan lupa di save.


Uji konfigurasi dengan mengetikan nama domain anda ke browser. Sekarang pada browser windows dapat mengakses domain yang kita buat tadi yaitu aldipradana.com . Dan tampilan web bisa di ubah, jika anda ingin mencoba untuk merubah tampilan defaultnya di “ nano /var/www/index.html ”.

Sekian dari saya. Lakukan konfigurasi dns server dengan teliti gan. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai Instalasi dan Konfigurasi DNS Server di Debian hari ini. kurang lebihnya saya mohon maaf dan semoga dapat bermanfaat.