Apa Itu Bisnis Online Dropship dan Sistem Cara Kerjanya ? Simak Disini

0 2

Pengertian Dropship dan Cara Kerjanya – Dropship merupakan istilah yang sering di sebut oleh pebisnis dan entrepreneur, hal ini akan sering Kita dengar dalam salah satu bisnis online tanpa modal. Dropship juga adalah peluang usaha tanpa modal yang menjanjikan, dengan sistem kerja yang mudah dan dapat dilakukan siapa saja.

apa-itu-bisnis-online-dropship-dan-bagaimana-sistem-cara-kerja-dropship

Apa Itu Dropship ?

Dropship adalah teknik pemasaran produk, yaitu menjual produk atau barang tanpa memiliki stok barang. Pesanan yang dilakukan pembeli akan di catat kemudian di teruskan ke supplier/produsen lalu di kirim atas nama dropshipper (si penjual).

Dropship dalam proses nya di sebut dropshipping kegiatan transaksi yang melibatkan antara pihak pertama penjual (dropshipper) yang melakukan penjualan dengan kemampuan marketing, memiliki etalase online, kemudian mencari pembeli. Kemudian pihak kedua adalah supplier yaitu pihak yang memiliki barang dan bertugas mengirimkan pesanan pembeli atas nama dropshipper.

BACA JUGA

Apakah Bisnis Dropship Perlu Modal ? 

Bisnis Dropship pada umumnya tidak memerlukan modal sama sekali, Anda hanya diperlukan memiliki kemampuan marketing atau pemasaran online untuk memperoleh penjualan atas barang. Pendukung untuk menjadi dropship sendiri ialah memiliki keahlian promosi, punya etalase atau toko online, dan dapat melakukan close penjualan.

Dropship juga ada yang perlu menggunakan budget pribadi untuk melakukannya, seperti jika pada waktu tertentu Anda perlu mengirimkan barang yang area pengirimannya lebih dekat dengan Anda kemudian meminta ganti atas biaya ongkir kepada supplier. Lantas juga, jika sebelumnya Anda belum melakukan perjanjian dengan seorang supplier maka Anda perlu membeli produk lalu menjual Kembali dengan harga produk yang berbeda (biasanya jual lebih mahal).

Cara Menjadi Dropshipper

Cara menjadi dropshipper sebenarnya sangatlah mudah Anda perlu memiliki beberapa hal yang di perlukan sebagai penunjang untuk melakukan bisnis dropship. Adapun cara menjadi dropshipper adalah sebagai berikut :

A. Mempersiapkan Keahlian

Mempersiapkan keahlian adalah cara pertama untuk menjadi dropshipper, Anda perlu memiliki beberapa skills untuk memulai bisnis dropship seperti keahlian marketing dan promosi, keahlian copywriting, editing gambar, dan closing penjualan.

Keahlian marketing online sangat di butuhkan untuk menjalankan bisnis dropship, tanpa hal ini maka percuma saja Anda memiliki kontrak atau koneksi dengan pemilik barang jika tidak adanya transaksi jual beli.

B.  Menjalin Hubungan Dengan Supplier

Menjalin hubungan atau Kerjasama dengan supplier (penyedia barang) adalah hal yang wajib Anda lakukan. Untuk mendapatkan koneksi penyedia barang terbilang cukup mudah, sekarang banyak supplier yang telah menjalankan bisnis online terlebih lagi di toko online dan marketplace.

Akan tetapi tidak semua supplier memiliki kemampuan untuk melakukan penjualan yang berujung kesulitan mendapatkan pembeli. Untuk itu keahlian dropshipper sangat di butuhkan untuk membantu bisnis mereka yang ingin berkembang terutama meningkatkan penjualan bisnisnya.

Kemudian juga tidak hanya memiliki keahlian dan terhubung dengan supplier saja, ada beberapa hal yang perlu di miliki oleh seorang dropshipper sebagai penunjang bisnis dropship. Beberapa hal yang perlu dimiliki dropshipper, yaitu

Hal Yang Perlu Di Miliki Dropshipper

1. Memiliki Sarana Promosi

Memiliki sarana promosi merupakan bekal bagi dropshipper untuk dapat melakukan penjualan produk. Media promosi yang perlu dimiliki dropship antara lain sosial media, website, etalase atau olshop, dan sarana online lainnya.

2. Keahlian Editing Gambar

Keahlian editing photo sangat diperlukan karena, untuk menciptakan tampilan produk yang menarik maka perlu di percantik dengan kemampuan edit gambar yang profesional. Keahlian seperti photosop, corel idraw, dan software editing lainnya menjadi penunjang utama.

3. Memiliki Brand Sendiri

Kenapa perlu memiliki brand atau merek sendiri ? tentunya, dropshipper juga harus memiliki merek sendiri alih-alih sebagai tanda pengenal tokonya. Tidak mungkin, jika Kita menjual produk di toko online dengan nama pribadi terlebih lagi itu dapat menarik penjualan atau tidak.

Setelah memahami apa saja hal yang perlu dimiliki seorang dropshipper, maka selanjutnya perlu diketahui bagaimana cara sistem kerja dropship sebelum memulai bisnisnya. Berikut ini gambaran umum skema kerja dropship,

Skema Sistem Cara Kerja Dropship

gambaran-umum-skema-sistematis-cara-kerja-bisnis-online-dropship

  • Dropshipper memasarkan atau menjual produk melalui sarana online pribadinya seperti toko online, website, dan sosial media
  • Customer atau pembeli melakukan pemesanan langsung melalui toko milik dropshipper
  • Dropshipper akan mencatat “detail lengkap pesanan” yang kemudian akan diteruskan ke supplier atau pihak yang memiliki barang untuk kemudian di proses
  • Supplier akan melakukan pengemasan barang dan menulis toko yang menjual atas nama dropship. Artinya supplier bertugas seperti ghost atau hantu yang hanya bertugas menerima paket dan mengirimkan sedangkan dropshipper yang hanya di kenal oleh pembeli
  • Barang akan dikirim atas nama dropshipper, Contoh dalam keterangan paket saat pengiriman bertuliskan “Baju gamis Ukuran, Toko Butik Store Bandung ( Toko Milik Dropshipper ), nomor telp dropshipper dan lainnya yang mengatasnamakan dropshipper
tugas-supplier-dalam-bisnis-online-dropship

Sistem kerja dropship di atas akan mudah Anda pahami yang pada intinya dropship betugas menjual, kemudian pesanan di catat oleh dropshipper dan diteruskan ke supplier, selanjutnya supplier bertugas mengemas paket dan mengirim ke alamat tujuan yang telah di catat oleh dropshipper.

Bagaimana Menghitung Keuntungan Dropship ?

Hal yang pertama akan terpikirkan oleh Kita adalah berapa keuntungan atau komisi yang di dapatkan menjadi dropshipper ?

Keuntungan dropship di hitung melalui atau setiap kali barang terjual (sharing income by product sold) yang artinya dihitung setiap kali barang laku yaitu satu barang memiliki nilai komisi tersendiri. Contoh Anda menjual jaket dengan harga Rp.150.000 harga ini merupakan harga yang di keluarkan oleh supplier, kemudian supplier menetapkan komisi untuk setiap penjualan jaket adalah Rp.10.000 yang artinya dropshipper mendapatkan keuntungan sekitar 6.70% untuk 1 produk jaket yang terjual.

Namun, tidak semua perhitungan keuntungan dropship seperti itu, bisa lebih menguntungkan. Misalnya, supplier menetapkan harga jaket yaitu Rp.150.000 dengan komisi 6.70% untuk satu jaket yang terjual. Anda sebagai dropshipper dapat menjual Kembali produk jaket tersebut dengan harga pantas berapapun misalnya menjadi Rp.250.000 setiap jaket tersebut terjual maka artinya Anda akan mendapatkan keuntungan 44% yaitu perkiraan nilai laba Rp.110.000.

Menjual Kembali produk dengan harga yang di inginkan dropshipper tidak termasuk dalam perjanjian antara dropshipper dan supplier. Yang artinya menjual dengan harga yang berbeda sangat di bolehkan asalkan (produk mudah terjual), yang pada intinya supplier hanya ingin memastikan produknya laku atau laris saja sedangkan untuk harga barang yang di jual di serahkan kepada dropshipper.

Kemudian pertanyaan dropshipper pemula lainnya adalah bagaimana cara hitung ongkir dropship ? berikut ini penjelasannya…

Cara Hitung Ongkir Dropship

Sebenarnya ongkir dropship hanya ditanggung oleh supplier atau penyetock barang, pihak yang memiliki barang. Tetap, apa bila telah dilakukan perjanjian sebelumnya yaitu pihak supplier mengirimkan sejumlah stock barang ke lokasi tempat tinggal dropshipper maka ongkir dapat ditanggung oleh dropshipper, kemudian meminta ganti atau menagih ongkir yang dikeluarkan oleh dropshipper kepada supplier.

Faktanya, pengemasan dan pengiriman harus di tanggung supplier. Jadi setiap kali dropshipper mengeluarkan uang untuk biaya pengiriman paket maka Anda dapat langsung menaggih ongkir tersebut ke supplier.

Adapun menghitung ongkir dropship secara sistematis yaitu :

  • Dropshipper telah menerima beberapa stock barang di lokasi (droppoint) tempat tinggal dropshipper
  • Dropshipper melakukan pengiriman paket secara mandiri
  • Kemudian ongkir dihitung misalkan, dropshipper mengeluarkan uang Rp.30.000 untuk biaya ongkos kirim paket
  • Ongkos kirim yang dikeluarkan dropshipper dapat di tagih ke supplier yang memiliki tanggung jawab untuk itu

Apabila karena ongkir terlalu mahal dari lokasi pengiriman supplier maka pengiriman dapat melalui dropshipper karena jarak lokasinya dekat dengan pembeli. Kemudia juga dropshipper berhak menaggih Kembali uang untuk ongkir yang telah digunakan.

Seperti itulah yang dimaksud dropship, pelaku dropship (dropshipper), sistem cara kerja dropship, kemudian cara hitung keuntungan dan ongkir dropship. Model bisnis dropship memang merupakan peluang usaha yang sedang tren, namun tidak semua orang bisa melakukannya karena perlu keahlian yang baik di bidang marketing untuk memperoleh penjualan.

Dropship adalah bisnis online tanpa modal yang dapat dilakukan oleh siapapun yang memiliki keahlian jual beli, Anda tidak perlu memiliki stock barang Cuma bermodalkan gambar produk yang di pajang di toko online saja, kemudian saat ada yang membeli Anda cukup memberikan detail pesanan kepada supplier (pemilik barang) untuk dikemas dan dikirim atas nama dropshipper.

Leave A Reply

Your email address will not be published.