Google Ambil Tindakan Serius Kepada Pencurian Data Jenis “Botnet Glupteba”

0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Jakarta, GURUNAVARA – Sebelumnya telah diprediksi bahwa menjelang natal akan ada kasus penipuan digital, dan benar terjadi setelah Google temukan dan ambil tindakan hukum operasi peretasan bernama Botnet glupteba.

Google mengumumkan bahwa mereka telah mengambil tindakan terkait Kejadian terhadap peretasan yang menggunakan untuk botnet glupteba yang telah mengendalikan lebih dari 1 juta perangkat Windows.

Botnet glupteba adalah sebuah malware infrastruktur komando dan kontrol Glupteba yang berbasis di Rusia, botnet yang didukung blockchain yang digunakan untuk menargetkan mesin Windows, di seluruh dunia setidaknya sejak 2011 termasuk AS, India, Brasil, dan negara-negara dari Asia Tenggara.

Glupteba terkenal karena mencuri kredensial dan data pengguna, menambang cryptocurrency pada host yang terinfeksi, dan menyiapkan proxy untuk menyalurkan lalu lintas internet orang lain melalui mesin dan router yang terinfeksi.

“Kami memahami dan mengenali ancaman yang dihadapi Internet, dan kami melakukan bagian kami untuk mengatasinya,” Ungkap Google laporan di New York Post

Google telah mengambil tindakan sementara dengan dengan menghentikan sekitar 63 juta Google Docs yang terdeteksi berbagi Glupteba, lebih dari 1.100 Akun Google dan bahkan 870 Google Ads.

Setelah itu Google, mengajukan gugatan terhadap botnet yang mendukung blockchain litigasi yang mereka sebut sebagai yang pertama dari jenisnya berharap untuk menciptakan tanggung jawab hukum bagi operator botnet, dan membantu mencegah aktivitas di masa mendatang.

Google yakin tindakan hukum akan mempersulit grup tersebut untuk memanfaatkan perangkat lain. Gugatan itu menyebutkan Dmitry Starovikov dan Alexander Filippov, mencatat bahwa masih ada sekitar 15 aktor tak dikenal terlibat juga.

Gugatan itu diajukan di Distrik Selatan New York. Starovikov dan Filippov dituntut karena penipuan dan penyalahgunaan komputer, pelanggaran merek dagang, dan banyak lagi. Google juga mengajukan perintah penahanan sementara, upaya untuk menciptakan tanggung jawab hukum yang nyata bagi operator.

Erin Plante, direktur senior layanan investigasi Chainalysis, mengatakan bahwa botnet memiliki dua mata uang kripto utama: cryptojacking dan taktik yang sebelumnya tidak diketahui yang digunakan untuk menghindari penutupan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Comment